Kerajinan Budaya Stefanova
TIFA
Tifa pada dasarnya bisa ditemukan di Papua dan di Tanah Maluku. Hanya saja, terdapat perbedaan mencolok, dari bentuk antara Tifa dari Papua dan Maluku. Bila mana, Papua terdapat pegangan di sisinya, Tifa Maluku hanya berbentuk tabung biasa tanpa pegangan. Terdapat tiga jenis alat musik ini, yakni Tifa Jekir, Tifa Potong, Tifa Dasar, dan Tifa Bas. Semua jenis tersebut ditentukan berdasarkan asal daerah dan ciri khas masing-masing.
Tifa sendiri terbuat dari sebatang kayu yang dikosongkan isinya. Bahan dasar yang tifa adalah kayu Lenggua karena dinilai memiliki kualitas yang sangat baik, tebal dan kuat. Setelah dikosongkan bagian dalam kayunya, salah satu sisi tifa akan ditutup dengan kulit hewan, baik biawak soa-soa, hingga rusa. Setelah itu, kulit akan diikat dengan rotan secara melingkar.Cara memainkan alat musik Tifa adalah dengan cara ditabuh atau dipukul sehingga suara yang dihasilkan sama seperti gendang. Hanya saja, ukuran tifa dan cara mengikat kulit hewan sebagai penutup memengaruhi setiap jenis suara yang akan dihasilkan. Semakin kering lapisan kulit hewan yang digunakan, maka semakin indah suara yang akan dikeluarkan dari tifa.
Alat musik ini digunakan untuk mengiringi berbagai acara penyambutan di Papua, pesta adat, hingga tari-tarian khas, seperti Perang, Asmat, Gatsi, dan tari tradisional lainnya. Alat musik tifa biasanya menjadi bunyi pendukung dari alat musik yang lain atau dikenal sebagai musik pengiring. Dengan begitu, suara yang dihasilkan akan lebih indah didengar.

Komentar
Posting Komentar